Para penulis wajib menggunakan templat THE COUNCELOR: Jurnal Bimbingan Konseling yang dapat diunduh dari laman web. THE COUNCELOR: Jurnal Bimbingan Konseling.
Naskah yang berhasil melewati proses seleksi akhir dan dinyatakan layak terbit akan dimintai kontribusinya.
Artikel yang diterima adalah artikel yang belum pernah dipublikasikan dan/atau sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di jurnal lain. Setiap artikel yang berhasil melalui proses seleksi hingga akhir dan dinyatakan layak terbit di THE COUNCELOR: Jurnal Bimbingan Konseling akan dikenakan biaya pengelolaan/pemrosesan artikel (article processing cost). Jika hanya diserahkan tetapi tidak lolos tahap OJS, penulis tidak perlu membayar.
Pada tahap awal, format artikel akan diperiksa oleh Executive Editor dan uji kesamaan naskah akan dilakukan menggunakan iThenticate. Selanjutnya, setiap artikel akan dikirimkan kepada Mitra Bestari (peer-reviewers) untuk ditelaah. Penelaahan oleh Mitra Bestari dilakukan secara anonim (blind review), sehingga kedua belah pihak tidak saling mengetahui. Hasil penilaian Mitra Bestari menjadi dasar diterima atau tidak diterimanya sebuah artikel di jurnal. Jika diperlukan, penulis dapat berkonsultasi dengan Dewan Redaksi terkait proses pemuatan dan penerbitan artikel di jurnal.
Naskah artikel harus memenuhi pedoman penulisan Jurnal THE COUNCELOR: Jurnal Bimbingan Konseling, dalam format MS Word sesuai templat yang tersedia di laman web. Berkas naskah menggunakan format MS Word hingga edisi 2007 dengan ekstensi .doc (bukan .docx). Naskah artikel harus diserahkan secara daring melalui Open Journal System pada portal THE COUNCELOR: Jurnal Bimbingan Konseling (https://ejurnal.dosenpedia.com/index.php/THE-COUNCELOR). Naskah artikel yang ditulis harus memuat bagian-bagian esensial artikel ilmiah dengan urutan sebagai berikut:
(i) Judul Artikel,
(ii) Nama Penulis (tanpa gelar),
(iii) Alamat Afiliasi Penulis,
(iv) Abstrak dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris serta Kata Kunci,
(v) Pendahuluan,
(vi) Metode,
(vii) Hasil dan Pembahasan,
(viii) Kesimpulan,
(ix) Ucapan Terima Kasih,
(x) Daftar Pustaka.
Naskah dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris dengan jumlah halaman maksimum 10 halaman, termasuk gambar dan tabel. Untuk menjaga mutu tampilan artikel dalam jurnal, penulis harus memperhatikan seluruh ketentuan penulisan di bawah ini.
Penulis Penanggung Jawab atau Corresponding Author harus ditandai dengan tanda asterisk “*”, dan alamat surelnya wajib dicantumkan (lihat contoh). Seluruh hasil revisi artikel dan keputusan akhir hanya akan dikomunikasikan kepada Corresponding Author melalui email. Jika penulis lebih dari satu orang, semua nama penulis harus dicantumkan, dipisahkan dengan koma (,), serta diberi angka “1”, “2”, dan seterusnya untuk membedakan afiliasi. Kata pertama pada nama penulis (nama depan) tidak boleh disingkat. Jika nama penulis hanya terdiri dari satu kata, tuliskan nama asli tersebut dalam satu kata; namun pada pengisian metadata versi daring, harus ditulis dalam dua kata yang memuat nama yang sama (diulang).
Tata Letak. Tubuh artikel ditata dalam satu kolom. Dokumen ini disiapkan dalam format yang harus digunakan setiap penulis pada artikelnya. Untuk menjaga kualitas tampilan jurnal, setiap artikel yang dikirimkan harus memenuhi spesifikasi berikut:
-
Ukuran kertas A4 (21 cm × 29,7 cm).
-
Pada halaman 1, marjin atas (jarak antara tepi atas kertas dan baris pertama judul) adalah 4,0 cm. Sementara pada halaman 2 dan seterusnya, marjin atas adalah 3,0 cm.
-
Marjin kiri, bawah, dan kanan untuk semua halaman artikel adalah 2,5 cm.
-
Jarak Header dari tepi kertas adalah 1,5 cm, sedangkan Footer 2,0 cm.
-
Jumlah halaman setiap artikel adalah 10 HALAMAN.
-
Berkas panduan penulisan ini telah menggunakan kaidah dan format penulisan baku yang direkomendasikan, sehingga dapat langsung digunakan sebagai templat.
Ketentuan huruf dan paragraf.
a. Jenis huruf yang digunakan adalah Calibri untuk semua gaya.
b. Ukuran huruf yang digunakan dalam artikel adalah 14 pt tebal (untuk judul), 12 pt (untuk nama penulis, afiliasi, dan alamat email), 10 pt miring (untuk abstrak dan kata kunci), 11 pt (untuk tubuh naskah serta judul bagian dan subbagian), dan 10 pt (untuk header dan footer).
c. Prosedur penulisan paragraf yang diterapkan adalah flush left (rata kiri–kanan tanpa inden awal paragraf).
d. Beri jarak 1 spasi (12 pt) antarparagraf. Perhatikan pula ketentuan penulisan paragraf yang baik, termasuk jumlah kalimat tiap paragraf, keberadaan kalimat utama, satu paragraf memuat satu gagasan pokok, dan ketentuan baku lainnya.
e. Rumus matematika harus dibuat dalam bentuk Equation berukuran 11 pt (Insert → Equation), dengan subscript dan superscript sedikit lebih kecil (9 pt).
f. Judul artikel ditulis rata tengah pada bagian atas halaman pertama. Nama penulis (tanpa gelar) diletakkan di bawah judul, diikuti afiliasi dan alamat email penulis pertama, semuanya ditempatkan rata tengah.
Penulisan Judul
Judul artikel harus ditulis secara singkat dan jelas, serta secara tegas menunjukkan persoalan yang diangkat. Judul artikel ditulis dengan huruf kapital pada awal setiap kata, kecuali kata sambung. Judul yang lebih dari dua baris disusun dengan bentuk piramida terbalik. Contoh penulisan yang diinginkan terdapat pada halaman pertama panduan ini.
Judul Bagian (Section). Judul bagian ditulis seluruhnya dengan huruf kapital, huruf tebal tanpa garis bawah, ditempatkan rata tengah, dan dinomori dengan angka Arab.
Judul Subbagian. Judul subbagian ditulis dengan huruf tebal, huruf kecil dengan huruf kapital pada awal kata, ditempatkan tanpa inden. Penomoran subbagian diawali dengan nomor bagian.
Gambar dan Tabel
Judul gambar/tabel ditulis dengan huruf 10 pt, tebal, huruf kecil dengan huruf kapital pada awal kata, dan seluruhnya rata tengah. Gambar diberi nomor berurutan, begitu pula tabel. Judul gambar ditempatkan di bawah gambar, sedangkan judul tabel ditempatkan di atas tabel. Judul gambar/tabel yang lebih dari satu baris ditata seperti piramida terbalik.
Gambar
Hanya gambar yang relevan langsung dengan penyajian yang dapat dimasukkan dalam artikel. Gambar ditempatkan rata tengah, pada lokasi yang paling relevan dengan kalimat yang merujuknya di dalam artikel. Setiap gambar (foto, grafik, dan diagram) harus disertai keterangan/judul gambar dan nomor urut, ditulis di bawah gambar secara rata tengah dengan huruf tebal 10 pt. Contoh: “Gambar 1. Tren ASFR di Afrika”. Gambar harus relevan langsung dengan artikel dan selalu dirujuk di dalam naskah (mis. “lihat Gambar 1”). Penulis sepenuhnya bertanggung jawab atas mutu gambar yang disertakan. Jurnal menerima gambar berwarna, namun tidak akan melakukan koreksi terhadap kualitasnya. Seluruh gambar harus dikompresi hingga resolusi maksimum 220 dpi. Penyunting dapat menyesuaikan ukuran dan resolusi gambar bila diperlukan.
Gambar 1. Tren ASFR di Afrika (Sumber: Poston & Bouvier, 2010)
Tabel
Hanya tabel yang relevan langsung dengan penyajian yang dapat dimasukkan dalam artikel. Tabel ditempatkan rata tengah, pada lokasi yang paling relevan dengan kalimat yang merujuknya di dalam artikel. Setiap tabel harus memiliki judul dan nomor urut, ditulis di atas tabel secara rata tengah dengan font serupa seperti pada gambar, misalnya “Tabel 1. Perbandingan Jumlah Penduduk per Kecamatan Tahun 2010”. Tabel dirujuk di dalam naskah sebagai “Tabel 1”. Ukuran huruf untuk isi tabel disesuaikan dengan kebutuhan dengan tetap memperhatikan keterbacaan. Jika sangat diperlukan, jenis huruf dapat disesuaikan ke huruf yang lebih ramping seperti Arial Narrow. Hanya garis horizontal yang digunakan dalam tabel (contoh dapat dilihat pada Templat).
Penulisan Header dan Footer. Format untuk seluruh header dan footer dalam templat ini dapat digunakan secara langsung. Khusus Header halaman pertama dan Footer semua halaman, gantilah [Nama Jurnal] dengan nama jurnal daring yang dituju.
-
Header halaman pertama: memuat judul jurnal, tanda hak cipta jurnal, dan nomor jurnal yang akan diperbarui oleh Tim Redaksi. Header ditulis dengan font Tahoma 10 pt.
-
Header pada nomor halaman genap: memuat nama belakang para penulis artikel, dengan font Tahoma 10 pt, ditulis rata tengah. Jika artikel ditulis lebih dari tiga orang, tuliskan hanya nama belakang penulis pertama diikuti kata et al.
-
Header pada nomor halaman ganjil: memuat judul artikel dengan huruf kecil dan huruf kapital pada awal kata, font Tahoma 10 pt, ditulis rata tengah.
-
Semua halaman artikel memiliki bentuk footer yang sama. Footer terdiri atas teks “[Nama Jurnal]” diikuti tanda hubung dan nomor halaman yang dimulai dari 1 pada halaman pertama, font Tahoma 10 pt. Penomoran halaman akan diperbarui oleh Tim Redaksi saat terbit.
DAFTAR PUSTAKA
Pencantuman sumber dan penulisan Daftar Pustaka merupakan keharusan agar penulis terhindar dari plagiarisme. Semua referensi yang dirujuk dalam teks artikel harus dicantumkan pada bagian Daftar Pustaka. Jumlah total referensi sekurang-kurangnya 15, dengan tahun terbit dalam 10 tahun terakhir. Daftar Pustaka harus memuat sumber primer (jurnal ilmiah) minimal 80% dari keseluruhan, diterbitkan dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir, serta menghindari sitiran dari media populer dan situs non-ilmiah (blog pribadi, Wikipedia, dll.).
Berikut pedoman penulisan referensi untuk SABDO: Journal Communications Studies. Daftar Pustaka diratakan (justified) dan diurutkan secara alfabetis. Kami merekomendasikan penggunaan pengelola referensi Mendeley dengan gaya APA Edisi ke-7.
Contoh pedoman dapat dilihat di bawah ini:
Andi Ariyadin Putra. (2017). Identifikasi aset sarana sanitasi dasar menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) di Kelurahan Baruga, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar [Skripsi Sarjana, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar].
Ckiki Mega Sari. (2011). Analisis usaha pengolahan ikan asin di Kabupaten Cilacap [Skripsi Sarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta].
Fitri, A., Anandito, R. B. K., & Siswanti. (2016). Pemanfaatan daging dan tulang ikan bandeng (Chanos chanos) pada fish stick sebagai pangan selingan kaya kalsium dan protein. Journal of Agricultural Product Technology, 9(2), 65–77.
Heruwati, E. S. (2002). Pengolahan ikan tradisional: Prospek dan peluang pengembangannya. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 21(3), 92–99.
Kaseng, E. S., & Sulastry, T. (2017). IbM pindang manis dan pengawetan ikan nila bagi kelompok nelayan perempuan di Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru. Dalam Prosiding Seminar Hasil Pengabdian kepada Masyarakat (SNP2M) (hlm. 288–291). Universitas Fajar Makassar.
Maulana, R. H., & Supriharjo, R. (2014). Perumusan kriteria pengendalian pemanfaatan lahan pada kawasan tambak Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. ITS Engineering Journal, 3(2).
Mustaghfiroh, U. (2015). Kajian kualitas air tanah dangkal untuk irigasi di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Swara Bhumi, 3(3), 51–58.
Rohman, M. F., Nashihin, Ulfa, M., & Shomad, H. A. (2025). Pendampingan santri dalam meningkatkan pemahaman nahwu melalui program diskusi. Santri Journal: Journal of Student Engagement, 4(2), 176–184. https://doi.org/10.55352/santri
Wayan, N. S. A., Darmawan, D. P., & Sarjana, R. (2017). Implementasi model pemberdayaan perempuan berbasis pengembangan home industry spesifik lokal di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Agribusiness Management Journal, 5(1), 93–102.
Yogiana, M. Y. (2012). Pengaruh perkembangan industri terhadap kondisi sosial-ekonomi petani tambak di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Jurnal Mahasiswa, 3(2), 83–90.
Zainuddin, Z., Nasrullah, & Novita, D. (2017). Industri rumah tangga abon bandeng “Bolu” di Desa Soreang, Kabupaten Takalar. Dalam Prosiding Seminar Hasil Pengabdian kepada Masyarakat (SNP2M) 2017 (hlm. 506–511). Universitas Fajar Makassar.
